Warga Bandung Barat Ini Tewas Akibat Minuman Keras Oplosan

BandungBarat.Net - Bandung. Dua pria warga Kampung Babakan, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat ini nampaknya kurang sadar akan bahaya dan larangan minuman keras. Alhasil keduanya celaka akibat mengkonsumsi minuman keras oplosan yang ditenggaknya. Satu orang tewas dan satu lainnya selamat.

Korban tewas bernama Riki alias Keling (31), sedangkan korban selamat bernama Aef Saeful Palah alias Eep (25) yang sempat diboyong oleh keluarganya ke Puskesmas Cikalong Wetan guna mendapat penanganan medis.

"Mereka meminum miras oplosan dengan alkohol murni sebesar 70 persen dicampur dengan satu botol minuman soda ukuran besar," kata Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi melalui pesan singkat Senin (11/7/2016).

Menurut Ade, kedua pria tersebut awalnya berkumpul pada hari Sabtu (9/7) lalu, sekitar pukul 17.00 WIB dengan enam orang rekannya yang berlokasi di dekat kolam pemancingan milik Dudung. Mereka berpesta miras oplosan dengan berbahan alkohol 70 yang didapat dari salah satu apotek di depan kantor Kecamatan Cikalong Wetan.

"Setelah meminum tersebut, besoknya (Minggu), Riki tidak meraskan gejala sakit apapun dan tetap menjalankan kegiatan sehari-harinya sebagai pedagang buah-buahan. Namun pada Seni ini korban merasakan sakit mual dan kejang-kejang, kondisi tersebut diketahui oleh ibunya," tutur Ade.

Pihak keluarga bergegas membawa Riki ke Puskesmas Cikalong Wetan. Namun pihak puskesmas menyarankan agar Riki dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat. Sekitar pukul 11.30 siang tadi, Riki sempat mendapatkan penanganan medis dari pihak rumah sakit, namun takdir berkata lain.

"Korban Riki akhirnya meninggal pada pukul 12.10 WIB, setelah mendapatkan penanganan medis oleh pihak rumah sakit," kata Ade.

Ade melanjutkan, korban keracunan miras oplosan lainnya yakni Aef, sempat dibawa ke Puskesmas Cikalong Wetan oleh pihak keluarga. Setelah menjalani pengobatan, Aef diperbolehkan pulang ke rumah.

"Anggota kita sudah mengecek dan mendatangi rumah Riki yang meninggal. Pihak orang tuanya membuat pernyataan bahwa kejadian tersebut musibah," kata Ade. (dtc)
**
Sumber: MedanBisnisDaily.com
Editor: rm

Klik untuk berkomentar