Inilah Danau Wakadobol Batujajar

Seputar Danau Wakadobol Batujajar

BandungBarat.NET, BATUJAJAR ~ Mengingat maraknya pencarian informasi ke danau Wakadobol di Batujajar, pun tingginya kunjungan masyarakat ke tempat tersebut, tentu adanya informasi yang lengkap akan sangat membantu masyarakat. Khususnya terkait informasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi secara update.

Sebelumnya, kami telah menulis sebuah ulasan tentang danau Wakadobol yang sempat menjadi tren di kalangan masyarakat untuk melakukan foto-foto ( baca: Ngetren! Danau Wakadobol di Batujajar Jadi Incaran Pemburu Selfie )

Maka disini kami akan sajikan fakta-fakta seputar Danau Wakadobol.

1. Danau Baru

Meski disebut danau, Wakadobol sebenarnya merupakan genangan air tadah hujan. Genangan ini terbentuk dari aktivitas penggalian tambang pasir. Kemudian air yang mengendap pada satu cekungan membentuk satu danau. Awalnya, lokasi tersebut hanya bagian dari perbukitan. Menurut penduduk, sebelum menjadi genangan air, di lokasi tambang tersebut sempat pula dijadikan trek untuk latihan motor cross. Dan tidak menutup kemungkinan beberapa tahun kedepan Danau Wakadobol tidak ada, tergantung dari perusahaan yang menggarap lokasi tersebut. Tapi tidak menutup kemungkinan pula akan dilestarikan.

2. Berada di Atas Bukit

Akses menuju Danau Wakadobol tidaklah sulit. Dari jalan raya yang maklum dilalui angkot dan kendaraan umum jaraknya mungkin sekitar 500 meteran.

Lokasinya berada di Desa Giriasih Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat.

Dari jalan raya, tinggal naik ke jalan gang yang kemudian agak menanjak. Di puncak bukit di atas pemukiman penduduk itulah kita bisa menemukan genangan air "danau Wakadobol".

3. Bukan Tempat Wisata

Meski banyak dikunjungi orang, Danau Wakadobol sebenarnya bukan tempat wisata. Melainkan bagian dari area penambangan pasir yang sampai saat ini masih aktif dilakukan kegiatan penambangan. Jadi tidak direkomendasikan untuk dikunjungi sebagaimana yang tertera di papan pengumuman yang dipasang di sekitar area tersebut.

Namun, tidak menutup kemungkinan pula ke depan area ini bakal menjadi tempat wisata dengan mengalihkan lahan pertambangan menjadi sebuah destinasi wisata. Semua tergantung dari respon pengelola dan kebijakan pemerintah.
**
(Dika)

Klik untuk berkomentar