6 Fakta Seputar Jembatan BBS Batujajar KBB, Bagikan!


Fakta Seputar Jembatan BBS Batujajar KBB
 

BandungBarat.NET – Untuk orang Bandung Barat yang tinggal di wilayah selatan, tentu hampir semuanya sudah tidak asing dengan jembatan BBS. Yakni sebuah jembatan yang ada di perbatasan antara kecamatan Batujajar dan Kecamatan Cihampelas. Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat selatan. Sebab jembatan ini dijadikan sebagai akses jalur utama yang dekat menuju pusat pemerintahan Bandung Barat dan juga daerah sekitarnya seperti kota Bandung dan Kota Cimahi.

Bagi orang KBB selatan sendiri, melintasi Jebatan BBS mungkin adalah hal biasa dan tidak begitu spesial. Tapi mungkin bagi masyarakat pendatang yang baru pertama kali melintasi jembatan ini, mereka pasti akan menemukan sesuatu yang beda, minimal ketika memperhatikan akses jalan dan sungai yang dilaluinya.

Ada beberapa fakta menarik seputar jembatan BBS. Disini tim redaksi BandungBarat.Net mencoba merangkumnya untuk dapat dibagikan.

1. JEMBATAN BABAKAN SAPAN

Sebutan “Jembatan BBS” memang lebih akrab didengar di telinga masyarakat. Namun sebutan tersebut sebenarnya merupakan sebuah singkatan. Berdasarkan hasil penelusuran, Jembatan BBS merupakan singkatan dari kepanajangan “Jembatan Babakan Sapan”. Jembatan ini berada melintang di atas aliran sungai Citarum dan menghubungkan antara Desa Selacau, Kecamatan Batujajar dengan Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Jembatan BBS memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar yang cukup sempit, yakni sekitar 5 meter. Dibangun tahun 1985 bersamaan dengan pembangunan PLTA Saguling.

2. BERADA DI ATAS “SUNGAI TERKOTOR DI DUNIA”

Citarum sungai terkotor di dunia
sumber: nationalgeographic.co.id
 
Sebagaimana jembatan lainnya yang berfungsi sebagai pintasan guna menhindari hambatan untuk kebutuhan jalan, Jembatan BBS pun digunakan untuk melintasi aliran sungai yang cukup lebar. Namun tahukah anda? Bahwa ternyata aliran sungai yang berada di bawah Jembatan BBS ini disebut-sebut sebagai “sungai terkotor di dunia”.

Ya, sungai tersebut adalah sungai Citarum. Sungai yang menjadi sungai terpanjang di Jawa Barat. Sungai ini disebut-sebut sebagai sungai terkotor di dunia dan sudah diliput oleh berbagai media baik asing maupun lokal. Dalam pencarian google, kata kunci “sungai terkotor di dunia” kebanyakan merujuk pada sungai Citarum.

3. TUMPUKAN SAMPAH

Sampah Jembatan BBS
Sumber: pikiran-rakyat.com

Saat ini, di sekitar Jembatan BBS teus dilakukan banyak antisipasi terkait banyaknya warga yang kurang sadar dengan membuang sampah sembarangan. Sebab di setiap ujung jembatan BBS, seringkali banyak ditemukan sampah yang menumpuk. Sampah-sampah tersebut adalah ulah warga yang tidak bertanggung jawab. Pedahal disana sudah ada larangan tidak boleh membuang sampah. Namun ada saja warga nakal yang membuang sampah disana. Sehingga area jembatan BBS nampak terlihat kumuh dengan banyaknya sampah.

Ulah warga yang kurang bertanggung jawab tersebuti memang sangat disesalkan. Dulu, di Jembatan BBS sempat di pasang pot-pot tanaman untuk menghias jembatan agar lebih asri. Namun keberadaan pot-pot tersebut kini sudah tidak ada.

4. SERING DITEMUKAN MAYAT

Masyarakat yang ada di sekitaran Jembatan BBS sepertinya sudah tidak asing dengan adanya penemuan mayat. Pasalnya banyak kejadian dimana masyarakat geger dengan adanya penemuan mayat di aliran sungai sekitaran bawah jembatan BBS.

Mayat-mayat tersebut disinyalir merupakan korban tenggelam di sepanjang aliran sungai yang terbawa hanyut ke sekitaran bawah jembatan yang biasa menjadi tempat endapan tumpukan sampah tersebut.

5. RAWAN TERJADI KECELAKAAN

Jembatan BBS ini memang memiliki catatan panjang mengenai kecelakaan lalu lintas. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Diantaranya adalah karena lebar jembatan yang teralu sempit dan kondisi jalan yang sering mengalami kerusakan.

Diantara faktor lain penyebab terjadinya kecelakaan disana juga adalah karena adanya tanjakan curam dan berbelok yang terletak di ujung jembatan arah Desa Selacau Batujajar. Sehingga seringkali terjadi banyak mobil mogok dan terguling.

6. RAWAN TERJADI KEMACETAN PARAH

Jembatan BBS sering mengalami kemacetan parah pada momen-momen tertentu. Alasannya tidak lain seperti yang telah disebutkan. Pertama, karena lebar jembatan sempit, sehingga ketika volume kendaraan padat, potensi kemacetan sangat tinggi. Kedua, karena ada insiden kecelakaan seperti halnya mobil terguling, biasanya macetnya akan berjam-jam. Ketiga ketika ada penemuan mayat, laju kendaraan sering terhambat karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat dan menumpuk ke Jembatan.

Bagikan! Bagi masyarakat KBB yang hendak melewati jembatan BBS, hendaknya berhati-hati ketika melalui Jembatan BBS. Pastikan tidak kebut-kebutan ketika melintasi jemabatan, sebab kondisi jalan di atas jembatan seringkali berlubang, dan pada saat hujan turun jalanan biasanya tergenang air. Selain itu, kewaspadaan juga harus ditingkatkan pada saat turun ataupun naik pada tanjakan di ujung jembatan arah Selacau Batujajar. Mengingat tanjakan tersebut cukup curam dan berbelok, rawan kecelakaan. Utamakan keselamatan dan tetap mencintai lembur.(rm)

4 komentar

avatar
This comment has been removed by the author.
avatar

@Bisma, mohon tidak menyertakan link aktif dalam komen agar tidak dianggap spam. Terimakasih.

avatar

BBS...bukan babakan saapan tetapi itu singkatan dari perusahaan pembuat jembatan

avatar

BBS...bukan babakan saapan tetapi itu singkatan dari perusahaan pembuat jembatan

Klik untuk berkomentar