Kembara Gelar Dialog Kedaerahan dan Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia

Kembara Gelar Dialog Kedaerahan dan Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia

BandungBarat.NET - Keluarga mahasiswa Kabupaten Bandung Barat (Kembara) Menggelar Dialog Kedaerahan dan Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia pada hari Jum'at (9/12). Kegiatan yang mengangkat tema "Yang Muda, Cinta Tanah Air Anti Korupsi" itu digelar di kantor kecamatan Cililin, kabupaten Bandung Barat.

Sekretaris Umum DPP Kembara, Dede Muhamad mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi pelaksanaannya oleh DPC Kembara Kota Bandung tersebut. Ia menilai generasi bangsa memang sudah sewajarnya sadar akan masalah-masalah yang terjadi saat ini.
Memang sudah sepatutnya generasi penerus bangsa, sadar akan masalah yang menimpa tanah air saat ini, dimana korupsi semakin merajalela, pelakunya tidak hanya pada tataran elit saja, akan tetapi masalah ini sudah mulai merembet ke tingkat daerah. Dan prilaku korupsi menjadi hal yang biasa terjadi.
Acara dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari kalangan pelajar SMA & Mahasiswa itu juga sekaligus mendeklarasikan "Anti Korupsi"

Ahmad Zaenudin selaku ketua umum Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat dalam sambutannya menuturkan pentingnya peran serta generasi muda mengontrol dan mengawal kinerja pemerintah agar terhindar dari korupsi, dalam menjalankan tugas dan amanahnya.
Kemungkinan memberantas korupsi adalah kemungkinan yang tidak termungkinkan. Karna masalah ini sudah sangat akut & kompleks, namun kita sebagai penerus bangsa, minimal mempunyai pemahaman tentang apa itu korupsi, kritis dalam hal yang mengandung unsur korupsi agar kita tetap terjaga dari tindakan korupsi. Atau minimal kita mampuh mengontrol dan ikut mengawal pemerintah agar tidak terjadi tindakan korupsi
Dalam acara ini turut hadir Prof. H. Roni, dosen salah satu perguruan tinggi Negeri Bandung yang bertindak sebagai narasumber pertama. Selain itu hadir pula Asep Bunyamin yang merupakan akademisi sekaligus aktivis pergerakan di Bandung Barat sebagai narasumber kedua.**
(Dede Moch/rm)

Klik untuk berkomentar