(1) Mengenali Diri Sendiri; Kimia Kebahagiaan Imam Ghazali

(1) Mengenali Diri Sendiri; Kimia Kebahagiaan Imam Ghazali

Ketahuilah, bahwasanya kunci mengenal Allah SWT adalah mengenal diri sendiri. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗأَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Artinya:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri”[1]
Dan Nabi SAW bersabda:
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Artinya:
“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal tuhannya” - Hadits

Tiada suatu apapun yang lebih dekat kepadamu melebihi dirimu. Jika kamu tidak mengenal dirimu bagaimana mungkin kamu bisa mengenal tuhanmu? Jika kamu berkata “aku sudah mengenal diriku!” maka sesungguhnya kamu hanya mengenal diri luarmu, yang tiada lain adalah tangan, kaki, kepala dan tubuh. Kamu belum mengenal apa yang ada dalam dirimu, yang dengannya dikala kamu marah, maka kamu ingin berseteru, dikala kamu bersyahwat, maka kamu ingin kawin, dikala kamu lapar, maka kamu mencari makan, dan dikala kamu haus, maka kamu mencari minum. Sedangkan hewan pun menyamaimu dalam hal-hal ini.

Maka wajib bagimu mengenal hakikat dirimu; Sehingga kamu bisa mengerti siapakah dirimu? Dari mana kamu datang? Untuk apa kamu diciptakan? Oleh apa kamu bahagia? Dan dengan apa kamu sengsara?

Dalam dirimu sungguh dikumpulkan sifat-sifat. Diantaranya adalah sifat-sifat binatang, sifat-sifat buas, sifat-sifat setan, dan sifat-sifat para malaikat. Maka ruh (hati) lah yang menjadi hakikat dirimu, sedangkan yang lainnya adalah asing dan hanya pinjaman semata bagimu.

Maka kamu wajib mengenal ini, dan mengetahui bahwasanya untuk masing-masing dari hal tersebut ada yang berupa sepitas dan ada yang berupa kebahagiaan pokok.

Sesungguhnya kebahagiaannya binatang adalah bisa makan, minum, tidur dan kawin. Jika kamu termasuk dari mereka maka bersungguh-sungguhlah dalam urusan perut dan kemaluan.

Kebahagiaan dari yang bersifat buas adalah dalam urusan memukul dan mengahancurkan.

Kebahagiaannya setan adalah dalam makar, kejelekan dan tipu daya. Jika kamu termasuk dari mereka maka sibukkanlah dirimu dengan kesibukan mereka.

Kebahagiaannya malaikat adalah dalam menyaksikan eloknya kehadiran Tuhan. Kebencian dan syahwat bukanlah cara mereka. Jika kamu ingin esensi malaikat, maka bersungguh-sungguhlah dalam mengenal asal-usulmu. Sehingga kamu bisa tahu jalan menuju pertemuan dengan Tuhan. Dan kamu bisa sampai pada persaksian agung nan elok. Dan kamu bisa mensucikan diri dari perbudakan syahwat dan kebencian.

Dan kamu harus mengetahui apakah sifat-sifat ini menunggangimu? Pedahal Allah tidak menjadikan sifat-sifat itu untuk menundukan dan memerangkapmu. Tetapi Allah menciptakannya justru agar bisa kamu tundukan. Sehingga kamu bisa gunakan untuk kemajuanmu, dan bisa kamu jadikan salah satunya sebagai tungganganmu serta yang lainnya sebagai senjatamu. Hingga kamu bisa menggunakannya untuk berburu kebahagianmu. Ketika keinginanmu tiba, maka gunakanlah ia dibawah kendalimu. Dan kembalilah menuju tempat kebahagiaanmu.

Dan tempat tersebut adalah tempat khusus menggapai kehadiran tuhan, dan tempat umum derajat di surga.

Kamu perlu tahu makna-makna ini, sehingga kamu bisa mengenal hal terkecil dari dirimu. Barang siapa tidak mengenal makna-makna ini maka berakibat jelek. Karena kebenaran menjadi terhalang darinya.
__________
[1] Q.S. Fushilat: 53
*Terjemah Kitab Kimiyau Sa’adah li al-Imam al-Ghazali; Fashl fii Ma’rifat an-Nafs oleh: Aa Iyall Pesantren Mafazah Sindangkerta Bandung Barat

Klik untuk berkomentar