Warga Cihampelas KBB Nonton Bareng Film Lentera Maya di Desa Mekarmukti

Warga Cihampelas Nonton Bareng Film Lentera Maya di Desa Mekarmukti

BandungBarat.NET - Sejumlah warga dan komunitas-komunitas kemasyarakatan yang ada di Kecamatan Cihampelas pada hari Sabtu (18/02) berkumpul di Kantor Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Bukan tanpa alasan, kedatangan masyarat ke Kantor Desa Mekarmukti tersebut adalah untuk mengikuti kegiatan nonton bareng Film "Lentera Maya". Sebuah film yang di dalamnya menceritakan fenomena penggunaan internet yang ada di pelosok Indonesia.

Kegiatan nonton bareng tersebut merupakan bagian dari kegiatan Relawan TIK Kabupaten Bandung Barat. Dimana selain nonton bareng film Lentera Maya tersebut, turut diadakan pula diskusi yang di dalamnya membedah seputar film yang ditonton oleh masyarakat tersebut.

Ketua pelaksana kegiatan, Hasanul Fikri mengatakan bahwa perlu usaha khusus untuk mengajak masyarakat agar bisa menyempatkan waktunya untuk menonton film yang memiliki nilai edukasi yang banyak itu. Sebab, menurutnya kebanyakan masyarakat masih memiliki minat yang minim untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bernilai edukasi.

"Lumayan sulit mengajak masyarakat agar mau turut serta dalam kegiatan nonton bareng ini. Tapi berkat bantuan dari beberapa komunitas dan para pegiat yang ada di wilayah Cihampelas, alhamdulillah kegiatan bisa berjalan lancar," ujarnya.

Kegiatan nonton bareng tersebut diadakan dalam rangka memberikan pemahaman pada masyarakat tentang fenomena penggunaan internet di Indonesia. Melalui film, masyarakat diharapkan mendapatkan pengalaman informasi berupa visual yang lebih menyerap. Nonton Bareng Film Lentera Maya itu sendiri sebenarnya tidak hanya dilaksanakan di Bandung Barat saja, tetapi digelar serentak di seluruh Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari laman internetsehat.id, Film Lentera Maya adalah film terbaru yang dihadirkan oleh ICT Watch setelah seri Lini Massa. Film dokumenter ini bercerita tentang betapa pentingnya mengembangkan literasi digital terutama bagi generasi muda yang kini sangat mudah menerima informasi melalui gadget yang mereka pakai sehari-hari. Berbagai segi dari kehidupan digital masyarakat Indonesia dikisahkan melalui film yang berdurasi selamaa 40 menit ini yang pada intinya adalah bagaimana informasi bisa mengalir begitu cepat serta bagaimana menghadapinya dengan kecerdasan tertentu sehingga bisa menyikapi informasi tersebut dengan baik.

Film ini juga sangat terkait dengan kondisi saat ini, yaitu populernya berita palsu dan makin meningkatnya intoleransi. Meningkatnya intoleransi ini tergambar dengan jelas melalui berbagai peristiwa terakhir termasuk dua demonstrasi besar yang terjadi di Jakarta yang disulut oleh pemberitaan yang cenderung melakukan agitasi dan sebaran berita yang cenderung difrabrikasi melalui media sosial yang sangat masif.
**
(rm)

Klik untuk berkomentar