Catatan Keprihatinan: Quo Vadis NU Bandung Barat?


Quo Vadis NU Bandung Barat?
(Sebuah Catatan Keprihatinan)

Perhelatan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ke- 3 menghadirkan perseteruan dua kubu, yang masing-masing bersyahwat menguasai NU. Hal ini tentu saja menimbulkan ironi mendalam bagi warga Nahdliyyin Bandung Barat di tengah kondisi NU di Bandung Barat yang dalam 10 tahun terakhir cukup memprihatinkan.

Hajat yang sejatinya dijadikan momentum refleksi dan konsolidasi gagasan serta pengembangan organisasi ke depan diambang perpecahan. Tidak ada pergulatan gagasan dan pemaduan visi bagaimana NU 5 tahun, atau 10 tahun ke depan. Tidak ada dinamika perdebatan bagaimana merumuskan masa depan serta daya antisipasi dalam menghadapi tantangan dan perubahan masyarakat Bandung Barat sekian puluh tahun ke depan. Miskinnya ide-ide perubahan ini diakibatkan lemahnya kepedulian dan pengetahuan tentang hakikat berNU dan tentang NU itu sendiri.

Wajar, jika dalam perkembangan NU terkini di level nasional, tidak sedikit pengurus NU KBB yang malah ikut-ikutan latah kepada kaum minhum dengan mencibir langkah-langkah PBNU dan sosok terhormat Ketua PBNU. Sungguh memprihatinkan.

Demikian pula, tidak sedikit pesantren-pesantren di KBB yang merupakan salah satu basis ulama NU di Jawa Barat ini terkesan enggan terlibat dalam menggerakkan organisasi. Karena mereka menilai NU di KBB lebih identik dalam keterlibatan politik praktis dan alat kepentingan para pentolan pengurusnya.

Jangan-jangan merespon isu-isu aktual, selama 10 tahun terakhir, nyaris sempurna organisasi NU di Bandung Barat tanpa program inisiatif berdimensikan  pemberdayaan jamaah maupun penguatan organisasi. Bukan mustahil, jika dilakukan survei pada masayarakat pesantren mereka lebih kenal organisasi lain dibanding NU itu sendiri.

Sayangnya, yang mengemuka hari ini justru sekedar perseteruan siapa yang harus jadi ketua atau juga Rois. Lebih menggelikan, yang terlibat pada dasarnya masing-masing kubu yang notabenenya pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam keterpurukan NU KBB.

Fenomena ini seyogianya menjadi perhatian serius PWNU Jabar dalam mencermati dinamika yang ada, secara objektif menggali akar-akar permasalahan yang ada dan mencarikan solusi terbaiknya.

Akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader dan warga nahdliyyin apabila organisasi NU senantiasa hadir dan nampak di tengah masyarakat dengan program dan aksi nyata.
________
[1] Quo Vadis adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang terjemahannya secara harfiyah berarti: "Ke mana engkau pergi?"

* Ditulis oleh: Masantri

Klik untuk berkomentar