Warga Desa Pagerwangi Lembang Protes Pembangunan Jalan di Kawasan Resapan Air

Warga Desa Pagerwangi Lembang Protes Pembangunan Jalan di Kawasan Resapan Air

Lembang, BandungBarat.NET - Di tengah perbukitan dan lahan hijau yang dipenuhi pohon rindang dan rerumputan, ada jalan tanah yang baru saja diratakan selebar empat meter. Jalan ini membelah tanah miring yang dipenuhi pepohonan dan rumput liat.

Melihat hal ini, warga Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pun berang karena ada pengembang perumahan yang seenaknya meratakan lahan tanpa izin warga.

"Ini tanah memang milik negara, tapi sudah 30 tahun dikelola oleh warga. Pengembang bahkan tidak meminta izin untuk membangun jalan di sini. Padahal kan harusnya punyai izin dari Pemprov Jabar," kata Abah Atang, tokoh mayarakat setempat di lokasi perataan jalan di perbatasan antara Kota Bandung dan KBB, Jumat (24/11/2017).

Menurut Abah Atang, pada 1961 tanah di daerah tersebut diberikan kepada pejuang kemerdekaan, namun karena tidak pernah dibangun membuat status tanah ini kembali menjadi milik negara.

Tanah seluas 84 hektare yang terbentang antara Kota Bandung dan KBB ini, sampai saat ini berstatus Ex Erfpacht Verponding atau tanah bekas perkebunan Belanda. Namun sudah digarap oleh warga selama lebih dari 30 tahun.

Menurut Sofian, warga lainnya, warga yang berkebun di sini sakit hati melihat perkebunan yang mereka garap dibuldoser alat berat.

"Waduh warga sini mah sakit hati. Itu walaupun cuma singkong tapi kalau udah diurus pakai hati mah pasti kesal," ujar Sofian.

Menurut Sofian, lahan yang kini dibuat jalan tanah itu termasuk kawasan resapan air di Kawasan Bandung Utara (KBU. Dengan kondisi lahan yang miring seperti itu, warga takut terjadi bencana alam seperti longsor.

"Ini bukan pertama kali dilakukan oleh pengembang. Tanah yang 84 hektare itu sekitar 15 hektarenya sudah dipakai jadi perumahan. Terus ketika dibangun juga sudah pernah terjadi longsor sekitar tahun 2015," ujar seorang warga lainnya, Dedi Herliandi.

Dedi dan Abah Atang segera bakal mengajukan protes ke Pemprov jabar terkait pembangunan jalan oleh pengembang ini. Selain itu, warga pun tengah merencanakan membawa kasus ini ke jalur hukum.**
Sumber: tribunnews.com

Klik untuk berkomentar